VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Datuk Iskandar Muda, menyoroti antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Medan dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada ketersediaan BBM, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian.
Datuk Iskandar Muda mengatakan masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan akibat antrean panjang tersebut. Warga harus menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan hingga larut malam, hanya untuk memperoleh BBM yang dibutuhkan guna menunjang aktivitas sehari-hari.
“Yang paling memprihatinkan adalah kondisi masyarakat yang harus mengantre hingga malam hari. Mereka kehilangan waktu bersama keluarga, mengalami kelelahan, dan aktivitas ekonomi maupun pekerjaan ikut terganggu. Ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).
Selain berdampak pada masyarakat yang mengisi BBM, antrean kendaraan di SPBU juga memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Kondisi tersebut dinilai menghambat mobilitas warga serta menurunkan produktivitas masyarakat yang melintas di kawasan terdampak.
Datuk Iskandar Muda menduga persoalan tersebut berkaitan dengan tata kelola distribusi BBM. Karena itu, ia meminta Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi agar kondisi serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, masyarakat membutuhkan langkah penyelesaian yang cepat dan konkret, bukan sekadar penjelasan mengenai penyebab antrean.
Ia juga meminta Pemerintah Kota Medan terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait guna memastikan distribusi BBM kembali normal. Dengan distribusi yang lancar, diharapkan antrean di SPBU dapat terurai, kemacetan berkurang, dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kendala. (Vin)










