VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara, Hendra Dermawan Siregar, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi.
Ia menegaskan, komitmen antara Dinas PUPR dengan kontraktor sudah kuat, namun progres pekerjaan di lapangan sangat bergantung pada ketersediaan dana.
“Kalau tidak selesai, jelas mereka kena finalti. Jadi komitmen kita sama — pekerjaan harus tuntas tepat waktu dan berdaya guna bagi masyarakat,” ujar Hendra dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (13/11/2025).
Menurutnya, tantangan pembangunan jalan bukan hanya pada tahap pembangunan baru, tetapi juga pada upaya pemeliharaan jalan yang sudah ditingkatkan sebelumnya. Saat ini, kondisi jalan mantap di Sumut baru mencapai 77 persen dari total 3.005,65 kilometer, artinya masih terdapat lebih dari 100 kilometer jalan yang belum masuk kategori mantap.
“Kalau ingin progresnya signifikan, harus ada dukungan anggaran yang memadai. Kita tidak hanya membangun, tapi juga wajib menyiapkan dana untuk pemeliharaan,” katanya.
Hendra mencontohkan, ketika satu kabupaten mendapat peningkatan jalan pada tahun ini, maka daerah yang dibangun tahun sebelumnya juga harus mendapat alokasi untuk pemeliharaan berkala. Namun, kebutuhan perbaikan jalan di berbagai kabupaten/kota terus meningkat, sehingga pemerintah provinsi harus menetapkan skala prioritas yang ketat.
“Ini yang harus kita pahami bersama. Mudah-mudahan kondisi keuangan daerah membaik ke depan, sehingga cita-cita menjadikan seluruh jalan di Sumut dalam kondisi mantap bisa tercapai,” ujarnya.
Ia menambahkan, target peningkatan kualitas jalan hingga 88 persen masih jauh dari capaian saat ini yang baru 77 persen. Untuk menaikkan kualitas jalan sebesar 3 persen per tahun saja, dibutuhkan anggaran lebih dari Rp2 triliun. Dengan kondisi keuangan sekarang, itu mungkin belum bisa kita capai. Tapi kita tetap berdoa kondisi keuangan membaik, kata Hendra.
Terkait alokasi anggaran PUPR Sumut tahun 2026, Hendra menyebut pihaknya masih melakukan pembahasan internal dan tabulasi terhadap kondisi jalan yang membutuhkan perbaikan mendesak. Banyak laporan masyarakat dan media, seperti di Asahan, sampai ada warga yang mengangkut jenazah karena jalan rusak. Tapi membangun jalan tidak bisa langsung, harus melalui tahapan perencanaan dan administrasi, tegasnya.
Meski begitu, Hendra memastikan seluruh laporan dan keluhan masyarakat menjadi perhatian serius pihaknya. Setiap laporan pasti kami tindaklanjuti sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran, pungkasnya. (V24/RT)






