Jembatan Aek Sipange Senilai Rp21 Miliar Diresmikan Gubernur Sumut

Sumut111 views

VIRAL24.CO.ID – TAPANULI SELATAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan Jembatan Aek Sipange di Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (5/3/2026). Jembatan yang berada di ruas jalan Sipagimbar itu diharapkan memperlancar konektivitas antara Tapanuli Selatan dan Kabupaten Padanglawas Utara.

Jembatan sepanjang 50 meter tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp21 miliar. Pembangunannya dimulai pada Juni 2025 dengan lebar total 8 meter, terdiri dari 6 meter badan jalan dan masing-masing 1 meter trotoar di kedua sisi.

Gubernur Bobby Nasution mengatakan pembangunan Jembatan Aek Sipange merupakan bagian dari upaya memperkuat pembangunan infrastruktur di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat penting untuk membuka akses transportasi dan mempermudah distribusi material maupun barang ke desa-desa di sekitar wilayah tersebut.

“Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Salah satu kunci pembangunan desa-desa yang kami lewati adalah keberadaan jembatan ini, terutama untuk mempermudah akses masuk material dan barang,” kata Bobby.

Bobby juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mempercepat pembangunan di kawasan Tabagsel. Awalnya, pembangunan direncanakan dilakukan sekaligus dari sisi Tapanuli Selatan dan Padanglawas Utara, namun rencana tersebut terkendala ketersediaan material di wilayah tersebut.

“Kalau mau langsung dikerjakan satu ruas, kendalanya bukan pada anggaran, tetapi ketersediaan material di sekitar wilayah Tapanuli Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bobby Nasution atas pembangunan Jembatan Aek Sipange.

Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Kecamatan Aek Bilah dan daerah sekitarnya.

“Mudah-mudahan jembatan ini dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terutama di Kecamatan Aek Bilah dan wilayah sekitarnya,” kata Gus Irawan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong kemajuan daerah.

Sebelum jembatan tersebut dibangun, masyarakat harus menyeberangi sungai untuk melintas. Kondisi tersebut bahkan pernah menimbulkan korban jiwa.

Beberapa tahun lalu, sebuah mobil dilaporkan hanyut terbawa arus sungai yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia. Peristiwa itu kemudian menjadi perhatian pemerintah provinsi hingga akhirnya dialokasikan anggaran pembangunan jembatan.

“Pak Gubernur mendengar peristiwa itu lalu mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan ini. Hari ini jembatan tersebut telah selesai dan diresmikan,” ujarnya. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *