VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pemerintah Kota Medan menawarkan peluang kerja sama dengan Kota Qingyuan, Provinsi Guangdong, China, khususnya di bidang pendidikan dan pengelolaan sampah menjadi energi. Kerja sama tersebut dinilai dapat membuka peluang baru dalam pengembangan ekonomi, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan di kedua kota.
Tawaran itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima kunjungan Wakil Wali Kota Qingyuan Min Fei beserta rombongan di Balai Kota Medan, Kamis (25/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rico memperkenalkan berbagai potensi Kota Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara sekaligus pintu gerbang kawasan barat Indonesia. Menurutnya, posisi strategis Medan, jumlah penduduk yang besar, serta keberagaman masyarakat menjadi modal penting dalam memperluas hubungan kerja sama dengan berbagai daerah maupun negara.
Rico mengatakan Medan memiliki potensi di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa, industri hingga pariwisata. Potensi tersebut, menurutnya, dapat dikembangkan melalui kerja sama antardaerah yang memberikan manfaat ekonomi bagi kedua pihak.
Salah satu sektor yang ditawarkan adalah pengelolaan sampah menjadi energi. Rico menjelaskan, Pemerintah Kota Medan saat ini tengah mengembangkan program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Menurut Rico, pengolahan sampah menjadi energi tidak hanya memiliki manfaat terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi sektor ekonomi baru melalui pemanfaatan teknologi, investasi, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah menjadi energi merupakan salah satu bidang yang dapat kita kembangkan bersama. Selain menyelesaikan persoalan lingkungan, program ini juga memiliki potensi ekonomi jika didukung teknologi dan investasi yang tepat,” ujar Rico.
Selain sektor lingkungan, Rico juga membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing daerah.
Rico turut menyoroti posisi Medan sebagai pintu masuk menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara, termasuk kawasan Danau Toba. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang pengembangan kerja sama di sektor pariwisata sekaligus memperluas aktivitas ekonomi antara Medan dan Qingyuan.
“Kota Medan memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang menuju berbagai destinasi wisata di Sumatera Utara. Ini juga menjadi peluang untuk mengembangkan kerja sama di sektor pariwisata dan ekonomi,” katanya.
Rico berharap kunjungan delegasi Pemerintah Kota Qingyuan menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan yang lebih konkret dan saling menguntungkan. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya mencakup pendidikan dan lingkungan, tetapi juga dapat berkembang ke sektor perdagangan, pariwisata, investasi, serta bidang strategis lainnya.
Melalui penguatan hubungan antarkota, Pemko Medan berharap potensi yang dimiliki kedua daerah dapat dikolaborasikan sehingga menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (V24/ART/RT)






