Visitasi PKN II Dorong Transformasi Mitigasi Bencana Berbasis Data di Tapsel

VIRAL24.CO.ID – SIPIROK – Pelaksanaan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 memasuki tahap pembelajaran lapangan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan yang diikuti Kelompok I ini mengusung tema “Kepemimpinan Adaptif untuk Transformasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Data guna Memperkuat Resiliensi Daerah.”

Visitasi tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kepemimpinan strategis yang bertujuan menghubungkan teori dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Melalui observasi lapangan, dialog dengan pimpinan daerah dan perangkat organisasi, serta pengumpulan data, peserta memperoleh gambaran mengenai penerapan kepemimpinan adaptif dalam pengelolaan penanggulangan bencana.

Kabupaten Tapanuli Selatan dipilih sebagai lokus visitasi karena memiliki tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi dan geologi yang cukup tinggi. Kondisi tersebut dinilai relevan sebagai lokasi pembelajaran untuk mengkaji strategi mitigasi, kesiapsiagaan, dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana secara berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengidentifikasi kondisi penyelenggaraan penanggulangan bencana, menganalisis tantangan yang dihadapi BPBD, serta menggali praktik-praktik baik yang telah diterapkan. Hasil pengamatan menunjukkan BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya kelembagaan yang telah terbentuk, komitmen pimpinan dalam penguatan mitigasi, keberadaan posko strategis, serta sinergi dan komunikasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan. Namun demikian, transformasi digital, pembaruan Kajian Risiko Bencana (KRB), penguatan sistem peringatan dini, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi kolaborasi pentahelix masih menjadi agenda yang perlu diperkuat.

Peserta juga menemukan sejumlah tantangan dalam tata kelola penanggulangan bencana, seperti belum terintegrasinya sistem informasi kebencanaan, keterbatasan sumber daya manusia, belum diperbaruinya dokumen Kajian Risiko Bencana, keterbatasan anggaran, serta perlunya penguatan koordinasi lintas sektor. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan mampu memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan secara cepat, tepat, dan akuntabel.

Berdasarkan hasil observasi, Kelompok I merumuskan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain pengembangan Sistem Informasi Kebencanaan Terintegrasi (SIKAT), pembaruan Kajian Risiko Bencana secara berkala, penguatan Early Warning System, pengembangan Desa Tangguh Bencana (Destana), serta optimalisasi kolaborasi pentahelix. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola kebencanaan sekaligus meningkatkan ketahanan daerah dalam menghadapi risiko bencana.

Visitasi Kepemimpinan Nasional tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi wadah bagi peserta untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam merumuskan solusi atas persoalan publik melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berbasis bukti. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal dalam mendorong transformasi birokrasi serta melahirkan inovasi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dengan kepemimpinan yang berorientasi pada data, kolaborasi, dan inovasi, diharapkan terwujud daerah yang semakin tangguh menghadapi bencana sekaligus mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Kelompok I PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 terdiri atas Andri Ridwan (Ketua), Subhan Fajri Harahap, M. Odi Anggia Batubara, Dr. Yulinda Elvi Nasution, Mhd. Aldy Ramadhan, Ade Sofianita, M. Agha Novrian, Rizki Marlina, Abu Kosim, Ady Putra Parlaungan, Albert Butar-Butar, dan Hasrul Irfan, di bawah bimbingan Coach Dr. Drs. Surya Jaya, S.H., M.Pd. (V24/ART/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *