Tingkatkan Keamanan Data, Mendagri Pastikan Perlindungan 286 Juta Warga

Jakarta58 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) terus meningkatkan teknologi keamanan pusat data (data center) untuk melindungi data kependudukan masyarakat.

Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil Muhammad Nuh Al-Azhar menegaskan bahwa pihaknya telah merancang sistem keamanan berlapis guna mencegah kebocoran terhadap 286 juta data penduduk Indonesia.

“Ketika kita membangun data center, maka saat itu juga kita harus memikirkan bagaimana merancang sistem keamanan (security) yang baik,” ujar Nuh kepada awak media usai menghadiri acara Cyber Security and Forensic Summit 2025 di Farincorp Center, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Nuh menjelaskan, terdapat berbagai teknik keamanan siber yang diterapkan, mulai dari sistem end-to-end encryption hingga secure browser. Di dalam pusat data, juga dilengkapi dengan Security Information and Event Management (SIEM) serta Privileged Access Management (PAM).

Itu yang membuat keamanan kita termonitor. Di atasnya lagi ada secure zone, sehingga secara real time kita bisa memantau kejadian. Ketika ada kebocoran data atau sistem lumpuh, anomali tersebut bisa langsung terdeteksi dan teridentifikasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nuh menegaskan bahwa seluruh kebijakan sistem keamanan Dukcapil sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang menempatkan keamanan data kependudukan sebagai prioritas utama.

“Itu didukung penuh oleh Bapak Menteri Dalam Negeri, bahwa keamanan data kependudukan adalah yang paling utama,” ujarnya.

Nuh memastikan, Ditjen Dukcapil akan terus memperbarui dan memperkuat sistem keamanan untuk mencegah kebocoran data yang dapat merugikan masyarakat, mengingat data tersebut mencakup informasi pribadi yang sangat sensitif.

“Ada biometrik, wajah, sidik jari, dan iris mata kita — itu tidak boleh bocor. Prinsip keamanan ini kami terapkan di Dukcapil. Memang tidak ada sistem yang sempurna, tapi kami terus memperbarui dan meningkatkan perlindungannya,” pungkas Nuh. (V24/M.Rambe)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *