Teguh Santosa: Pengaruh Trump Akan ‘Memaksa’ Perdamaian Rusia-Ukraina

Medan, Politik189 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah peta politik dunia terutama dalam penyelesaian konflik perang yang kini berkecamuk di beberapa kawasan. Salah satu yakni perang antara Rusia-Ukraina yang saat ini sudah berlangsung sejak Februari 2022 lalu.

Pengamat hubungan internasional, DR. Teguh Santosa mengatakan pernyataan Trump yang menyebut 24 jam pertama setelah terpilih, dirinya akan langsung menghentikan bantuan bagi Ukraina, akan menjadi jalan bagi perdamaian Rusia dan Ukraina yang didukung negara-negara Eropa yang tergabung dalam North Atlantic Treaty Organization (NATO).

“Ini sebenarnya bukan hal mengejutkan, karena dulu pertama jadi presiden 2016-2020, Trump juga mengkriti NATO yang menurutnya termasuk AS didalamnya terlalu banyak berbuat untuk menjaga negara lain yang tidak terlalu berkontribusi,” kata Teguh dalam perbincangan di Medan, Sumatera Utara, akhir pekan lalu.

Akademisi UIN Syarif Hidayatullah yang juga Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) ini menjelaskan, rentang waktu perang antara Rusia dengan Ukraina yang hingga dua tahun, menjadi indikasi jika perang yang terjadi sesungguhnya adalah perang antara Rusia dengan NATO. Namun dibalik itu, kemungkinan Rusia juga memanfaatkan perang ini sebagai cara untuk melemahkan negara-negara Eropa.

“Jangan-jangan Rusia strategi perangnya memang tidak ingin perang segera selesai, sehingga Ukraina terus menjadi lubang bantuan bagi Eropa. Ingat, negara-negara Eropa juga sedang dalam situasi tidak baik secara ekonomi, sehingga bantuan ke Ukraina akan mengganggu kepentingan rakyat sendiri,” ungkapnya.

Teguh menilai berakhirnya perang Rusia-Ukraina berpotensi terwujud. Sebab, pada sisi lain Eropa juga memiliki kepentingan besar atas berakhirnya perang tersebut.

“Nah, dengan kebijakan Trump itu maka jangan-jangan negara Eropa juga akan senang. Karena berakhirlah sudah kerja bakti mereka memperkuat Ukraina,” ungkapnya. (V24/Red)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *