SMDK Gembala GBI Tapanuli, Wabup Taput Dukung Pelayanan Gereja

VIRAL24.CO.ID – SIBORONGBORONG – Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menghadiri Sidang Majelis Daerah Khusus (SMDK) Gembala 2026 Badan Pengurus Daerah Gereja Bethel Indonesia (GBI) Tapanuli yang berlangsung di Aula Kantor BPD Tapanuli GBI, Silangit, Kecamatan Siborongborong, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi para gembala dan pemimpin gereja dalam memperkuat pelayanan, pembinaan jemaat, serta pengembangan kepemimpinan gerejawi di wilayah Tapanuli Raya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Badan Pengurus Pusat GBI, Prof. Dr. Irwan Widjaja dan Pdt. Dr. Heru Cahyono, M.Th., Ketua Badan Pengurus Daerah GBI Tapanuli Pdt. Manihar Nadeak, S.Th., M.Ag., Ketua Majelis Pengurus Lengkap Pdt. Gideon Gamar, S.Th., Ketua Panitia SMDK GBI Tapanuli Pdt. Martua Lumban Gaol, S.Th., para gembala dan gembala sidang GBI se-Tapanuli Raya, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, camat, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya SMDK Gembala 2026 sebagai wadah konsolidasi dan penguatan pelayanan gereja.

Menurutnya, para pemimpin gereja dan gembala sidang memiliki peran penting dalam membentuk karakter kepemimpinan yang berintegritas, berlandaskan nilai-nilai Alkitab, serta menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.

“Gereja memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang beriman, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Karena itu, penguatan kapasitas para pemimpin gereja menjadi hal yang sangat penting,” ujar Deni.

Ia berharap melalui sidang tersebut dapat lahir berbagai program pelayanan yang mampu meningkatkan kualitas pembinaan jemaat, memperkuat regenerasi kepemimpinan gereja, serta menjawab berbagai tantangan pelayanan yang terus berkembang.

Wakil Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai moral.

Menurutnya, dukungan pemerintah diwujudkan melalui berbagai program, termasuk bantuan kesejahteraan bagi guru sekolah minggu, guru mengaji, dan guru sekolah Buddha yang selama ini turut berkontribusi dalam pembinaan umat.

Melalui pelaksanaan SMDK Gembala 2026, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara gereja dan pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, religius, dan berdaya saing. (TD)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *