VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Sumatera Utara bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Tim Saber Pangan Kota Medan, serta instansi terkait melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) guna mengecek ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok dan barang penting (bapokting). Sidak tersebut dilaksanakan di Pusat Pasar Medan, Kamis (5/2/2026), sekitar pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan dipimpin oleh Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Budi Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., M.Han., didampingi Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas RI Indra Wijayanto, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Sumut Erwin Budiana, pimpinan Bulog Cabang Medan, serta jajaran dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan.
Dalam sidak tersebut, tim menyasar sejumlah toko sembako dan pedagang di Pusat Pasar Medan untuk memastikan harga dan ketersediaan komoditas strategis, seperti beras, gula, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, cabai, dan bawang, tetap stabil serta sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, harga beras SPHP terpantau berada di kisaran Rp15.400 per kilogram, sementara Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter. Untuk ketersediaan beras SPHP dan Minyakita, stok dinyatakan mencukupi dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Komoditas lainnya, seperti gula, telur, cabai, dan bawang, juga masih dijual sesuai HET yang ditetapkan pemerintah.
Selain pengawasan harga, Tim Keamanan Pangan turut melakukan pengujian kualitas bahan pangan menggunakan mobil laboratorium keliling milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Sumatera Utara. Pengujian dilakukan terhadap daging sapi, daging ayam, tomat, dan cabai merah dengan parameter kandungan formalin dan residu pestisida.
Hasil pengujian menunjukkan tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya pada seluruh komoditas yang diperiksa, sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
AKBP Budi Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin stabilitas harga, ketersediaan pangan, serta keamanan bahan pangan di pasaran. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
“Dari hasil pengecekan hari ini, tidak ditemukan pelanggaran harga maupun keamanan pangan. Namun pemantauan akan terus dilakukan secara berkala agar masyarakat merasa aman dan terlindungi,” ujarnya.
Ke depan, Satgas Pangan Polda Sumut bersama Dinas Ketahanan Pangan dan instansi terkait diharapkan terus melakukan pengawasan intensif guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bapokting, terutama menjelang momentum tertentu yang berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat. (V24/RT)










