Rico Waas Prioritaskan Empat Aset untuk Bangkitkan PUD Pembangunan

Medan67 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan langkah pembenahan total terhadap PUD Pembangunan Kota Medan dengan memprioritaskan empat aset utama sebagai motor kebangkitan badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut.

Penegasan itu disampaikan dalam paparan rencana kerja Direksi PUD Pembangunan masa jabatan 2026–2030 di Balai Kota Medan, Jumat (20/2/2026). Turut hadir Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, pimpinan perangkat daerah, serta jajaran direksi PUD Pembangunan.

Rico menilai perusahaan daerah tersebut tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Reformasi manajemen, disiplin bisnis, serta langkah konkret menjadi kunci perbaikan.

Dari lima unit usaha yang dikelola, yakni Pergudangan Kota Tanjung Mulia (PKTM), Kolam Renang Deli, Gelanggang Remaja, Taman Margasatwa Medan (Medan Zoo), dan Rusunawa Amplas, ia menyebut empat di antaranya memiliki potensi menghasilkan keuntungan apabila dikelola secara profesional.

Aset yang paling disorot adalah PKTM seluas 12,5 hektare. Saat ini, lahan yang termanfaatkan baru sekitar 4 hektare, sehingga masih terdapat 7–8 hektare lahan potensial yang belum digarap optimal.

Rico membuka peluang pembangunan mandiri maupun kerja sama dengan pihak ketiga apabila kondisi fiskal daerah belum memungkinkan investasi penuh. Pemko Medan, lanjutnya, siap mendukung perbaikan akses jalan guna meningkatkan nilai bisnis kawasan tersebut.

Terkait Kolam Renang Deli dan Gelanggang Remaja yang berada di pusat kota, Rico menilai keduanya semestinya menjadi aset paling produktif. Namun, pengembangan harus tetap menjaga fungsi utama. Ia juga menyatakan Pemko Medan tidak menutup kemungkinan penyertaan modal. Namun, suntikan dana hanya dapat diberikan jika rencana bisnis yang diajukan komprehensif, terukur, dan realistis.

Sementara itu, Direktur Utama PUD Pembangunan, Septianus Bate’e, memaparkan kondisi perusahaan yang masih mencatat defisit rata-rata Rp289 juta per bulan.

Unit pergudangan menjadi penyumbang utama pendapatan dengan kontribusi 73,25 persen. Namun, beban operasional mencapai Rp367 juta per bulan, ditambah kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sekitar Rp1,2 miliar per tahun serta tunggakan hak pegawai, membuat kondisi keuangan belum sehat.

Ia menjelaskan, Kolam Renang Deli dan Taman Margasatwa Medan masih merugi, sedangkan Gelanggang Remaja dan Rusunawa Amplas mencatat surplus tipis.

Direksi periode 2026–2030, lanjutnya, memulai pembenahan dari internal, termasuk digitalisasi sistem keuangan bekerja sama dengan Bank Sumut, audit operasional, penyusunan SOP dan KPI dengan target kepatuhan 95 persen, efisiensi biaya, serta nihil temuan audit material. Transformasi Medan Zoo juga disiapkan melalui rebranding dan perubahan konsep pengelolaan.

Pemko Medan menargetkan PUD Pembangunan tidak lagi menjadi beban, melainkan kontributor nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan aset prioritas digerakkan lebih dahulu, BUMD tersebut diharapkan bangkit secara bertahap, sehat, dan berorientasi profit tanpa meninggalkan fungsi sosialnya. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *