VIRAL24.CO.ID – LABUHANBATU UTARA – Upaya memperkuat perlindungan bagi relawan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan. BPJS Ketenagakerjaan bersama jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Labuhanbatu Utara menggelar monitoring kepesertaan sekaligus sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Cafe CK 3, Rabu (4/3/2026), dan dihadiri Koordinator Wilayah SPPG serta seluruh Kepala SPPG di Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Pertemuan ini bertujuan memastikan seluruh relawan yang terlibat dalam operasional dapur MBG memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut dinilai penting mengingat relawan memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran program MBG di daerah.
Koordinator Wilayah SPPG Labuhanbatu Utara, Sartika Khairani, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh relawan dapur MBG terlindungi program jaminan sosial.
“Perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan sangat penting agar para relawan yang bekerja dalam program dapur MBG merasa aman saat menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Labuhanbatu Aek Kanopan, Sahuri Oktavino, menyampaikan bahwa monitoring dan sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan BPJS Ketenagakerjaan berjalan optimal.
“Perlindungan jaminan sosial bagi relawan dapur MBG merupakan komitmen bersama agar setiap pekerja atau relawan yang terlibat dalam program pemerintah memiliki perlindungan terhadap risiko kerja,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan komitmen bahwa 22 dapur MBG yang telah beroperasi di Kabupaten Labuhanbatu Utara akan didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan pada Maret 2026.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Ferina Burhan, menyatakan dukungannya terhadap langkah perlindungan bagi relawan MBG.
Menurutnya, relawan dapur MBG memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat sehingga sudah selayaknya mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Dengan perlindungan tersebut, para relawan dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih aman,” kata Ferina.
Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan kepesertaan, tidak hanya bagi pekerja formal tetapi juga pekerja nonformal dan relawan yang berkontribusi dalam berbagai program sosial dan pembangunan.
Dengan adanya perlindungan tersebut, diharapkan para relawan dapur MBG dapat bekerja lebih nyaman dan fokus dalam mendukung program peningkatan gizi masyarakat yang menjadi prioritas pemerintah. (RE)







