Rakernas APEKSI Momentum Berbagi Inovasi, BPKK Banda Aceh Pelajari QRESTO di Bapenda Kota Medan

Medan6 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan menerima kunjungan studi tiru Badan Pengelolaan Keuangan Kota (BPKK) Banda Aceh untuk mempelajari implementasi aplikasi Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (QRESTO) sebagai inovasi digitalisasi pemungutan pajak restoran.

Kunjungan tersebut berlangsung di sela pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Kota Medan pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 dengan mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”.

Rombongan BPKK Banda Aceh dipimpin Kepala BPKK Alriandi Adiwinata bersama jajaran BPKK dan perwakilan Bank Aceh Syariah. Mereka diterima Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian, didampingi para pejabat Bapenda, tim teknologi informasi, serta perwakilan Bank Sumut sebagai mitra implementasi QRESTO.

Agha Novrian mengatakan Bapenda Kota Medan saat ini terus mengintensifkan sosialisasi penerapan QRESTO kepada wajib pajak restoran. Aplikasi tersebut diluncurkan pada April 2026 sebagai bagian dari transformasi digital untuk meningkatkan transparansi sekaligus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.

Menurutnya, penerapan QRESTO masih menghadapi sejumlah tantangan. Namun, melalui sosialisasi yang berkelanjutan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, sistem tersebut diyakini mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Kepala BPKK Banda Aceh Alriandi Adiwinata mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai implementasi QRESTO sebagai referensi dalam pengembangan sistem digital di Kota Banda Aceh.

“Inovasi ini menjadi referensi yang sangat baik bagi kami dalam pengembangan sistem digital, khususnya sebagai tolok ukur penerapan pembayaran nontunai pada sektor restoran yang diharapkan dapat mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi juga bertukar pengalaman mengenai strategi digitalisasi perpajakan daerah, pola kerja sama dengan sektor perbankan, serta upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Melalui studi tiru ini, Bapenda Kota Medan berharap sinergi antardaerah dalam pengembangan inovasi digital di bidang perpajakan semakin kuat, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi penerimaan daerah. (V24/ART/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *