Pesparani Katolik Asahan 2026, Bupati Taufik Ajak Umat Rawat Toleransi

Asahan0 views

VIRAL24.CO.ID – ASAHAN — Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik LP3KD Kabupaten Asahan Tahun 2026 di halaman SMA Panti Budaya Kisaran, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 250 peserta dan menjadi momentum memperkuat iman, persaudaraan, serta kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Asahan.

Dalam sambutannya, Taufik menegaskan Pesparani tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana bagi umat Katolik untuk memuji Tuhan melalui seni dan paduan suara sekaligus mempererat kebersamaan.

“Pesparani ini bukan hanya semata-mata pertandingan. Ini adalah kegiatan untuk menyatukan suara dalam memuji Tuhan. Melalui paduan suara, bagaimana kita menyatukan hati dalam seni memuji Tuhan, sehingga kasih yang ada di dalamnya dapat menyentuh hati setiap orang yang mendengarkannya,” ujar Taufik.

Ia mengajak seluruh umat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dan keindahan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, keberagaman harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati dan menjaga toleransi antarumat beragama.

“Walaupun kita memiliki perbedaan, mari kita jadikan perbedaan itu menjadi kekuatan dan juga keindahan. Mari kita terus menjaga toleransi antarumat beragama,” pesannya.

Taufik juga berharap seluruh umat beragama di Kabupaten Asahan dapat mencintai dan menjalankan agamanya masing-masing, sekaligus menjaga kerukunan serta keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

“Kita berharap umat beragama di Kabupaten Asahan menjadi umat yang cinta kepada agamanya dan tetap menjaga kerukunan serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Terkait rencana Pesparani tingkat Provinsi Sumatera Utara yang akan digelar di Kota Pematangsiantar, Taufik berharap peserta yang mewakili Kabupaten Asahan mampu meraih prestasi terbaik hingga berkesempatan melanjutkan ke tingkat berikutnya.

“Kegiatan Pesparani ini tentu setelah ini akan berlanjut ke tingkat Provinsi Sumatera Utara yang akan dilaksanakan di Siantar. Semoga yang mewakili Kabupaten Asahan nantinya dapat meraih juara di tingkat Provinsi Sumatera Utara, bahkan dapat mewakili Sumatera Utara ke tingkat berikutnya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pesparani Katolik Kabupaten Asahan, Manosor Simanullang, mengatakan Pesparani bukan sekadar perlombaan paduan suara atau seni gerejani. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menumbuhkan iman, mengembangkan talenta, mempererat persaudaraan, serta membangun kerukunan.

Mengusung tema “Berjalan dalam Harmoni, Mewartakan Kasih dalam Satu Irama”, Manosor mengatakan perbedaan suara dan karakter setiap peserta dapat menjadi kekuatan ketika disatukan dalam semangat kebersamaan.

“Melalui tema Berjalan dalam Harmoni, Mewartakan Kasih dalam Satu Irama, kita diajak untuk menyadari bahwa setiap orang memiliki suara dan karakter yang berbeda. Namun, apabila semua suara disatukan dalam semangat kebersamaan, maka perbedaan tersebut justru dapat menghasilkan harmoni yang indah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Pesparani bertujuan meningkatkan kehidupan iman dan rohani umat Katolik, mengembangkan bakat serta talenta dalam seni dan musik gerejani, sekaligus mempererat persaudaraan umat Katolik.

Pembukaan Pesparani turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Kabag Umum, Kabag Protokol, pengurus LP3KD Kabupaten Asahan, para pastor, Dewan Pastoral Paroki, serta peserta dan umat Katolik.

Pembukaan secara resmi ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Asahan didampingi para pastor. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata berupa ulos dari panitia kepada Bupati Asahan dan foto bersama. (RE)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *