VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat serta pemerintah kabupaten/kota dalam percepatan penanganan banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Upaya bersama ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan akses transportasi serta memastikan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak berjalan lancar.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Muttaqien Hasrimy, melalui Sekretaris Dinas Perhubungan Rochani Litiloly, menjelaskan bahwa jalur darat menuju Sibolga dan Tapteng hingga kini belum sepenuhnya pulih. Jalur Tarutung–Sibolga, yang menjadi akses utama, baru dapat dilalui hingga Kilometer 39 karena beberapa titik masih tertutup material longsor.
“Saat ini jalur Tarutung–Sibolga baru terbuka hingga di Kilometer 39, artinya sekitar 20 kilometer lagi baru bisa ditembus,” ujar Rochani pada Temu Pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Rabu (3/12/2025).
Meski demikian, perkembangan mulai terlihat di beberapa jalur alternatif. Menurut Rochani, jalur Pakkat kini sudah dapat dilalui kendaraan kecil, sementara rute via Aceh Singkil menuju Manduamas–Barus juga telah bisa ditempuh, meski jaraknya lebih jauh dibanding akses utama.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Sumut tidak bekerja sendiri dalam upaya pemulihan ini. Pemerintah pusat, provinsi, dan daerah terus menjalankan langkah terkoordinasi untuk menuntaskan hambatan akses darat. Pembersihan material longsor, penataan jalur aman, serta pemulihan infrastruktur terus dilakukan di titik-titik kritis guna mempercepat kelancaran arus logistik dan bantuan kemanusiaan.
Di tengah kondisi tersebut, Pemprov Sumut memastikan pelayanan publik tetap berjalan, termasuk program Mudik Gratis Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Tahun ini, sebanyak 3.212 kuota penumpang disiapkan melalui moda angkutan jalan, kereta api, dan penyeberangan. Rute menuju wilayah Tapteng dan sekitarnya tetap dibuka dengan menyesuaikan kondisi jalur yang tersedia.
Namun, Rochani menyampaikan bahwa layanan penyeberangan dari Pelabuhan Sibolga menuju Kepulauan Nias masih belum beroperasi. Untuk sementara, penyeberangan dialihkan melalui Pelabuhan Telukbayur, Sumatera Barat, hingga Pelabuhan Sibolga kembali siap melayani aktivitas transportasi.
Pemprov Sumut berharap langkah percepatan penanganan bencana dan pemulihan akses transportasi dapat segera membuahkan hasil. Dengan demikian, mobilitas masyarakat, pengiriman logistik, dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak dapat kembali berjalan lebih baik dan cepat. (V24/RT)










