Pemko Medan Siapkan SDM Unggul, Disabilitas Dilatih Jadi Barista Profesional

Medan5 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan. Setiap warga memiliki hak, kesempatan, dan talenta yang sama untuk berkembang di dunia kerja.

Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat membuka Pelatihan Kerja di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Jalan Amal, Sunggal, Senin (6/7/2026).

Dalam program tersebut, Pemerintah Kota Medan memberikan pelatihan kepada 100 peserta yang terbagi dalam lima paket pelatihan. Sebanyak 20 penyandang disabilitas mengikuti pelatihan barista profesional, sementara 40 perempuan pencari nafkah mengikuti pelatihan safety riding.

“Kita ingin memberikan keadilan untuk semuanya. Kami percaya setiap orang memiliki kapasitas dan talenta,” kata Rico Waas.

Menurutnya, Pemerintah Kota Medan berkomitmen menciptakan ruang kerja yang inklusif dengan memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas maupun kelompok rentan untuk meningkatkan kompetensi dan kemandirian ekonomi.

“Ini adalah ruang kesempatan yang adil untuk semua. Ada yang mungkin memiliki keterbatasan fisik, tetapi mereka juga memiliki talenta yang luar biasa. Tugas kita adalah membuka ruang agar talenta itu berkembang,” ujarnya.

Rico menilai tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks. Dunia usaha tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Ia mencontohkan profesi di bidang kehumasan yang kini dituntut menguasai aplikasi digital seperti CapCut dan Canva, hingga profesi barista yang harus terus mengikuti perkembangan tren minuman modern.

Selain peningkatan kompetensi, Rico juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas sebagai modal utama agar mampu bertahan di dunia kerja.

“Saya berharap setelah bekerja jangan sampai integritas hilang. Bekal pelatihan ini harus dibarengi dengan integritas, komunikasi yang baik, dan keseriusan. Kalau itu dimiliki, perusahaan yang akan mencari kita,” tegasnya.

Rico juga melihat peluang besar pada sektor usaha mandiri atau UMKM. Menurutnya, profesi seperti penata rias maupun pelaku industri kreatif memiliki prospek yang menjanjikan apabila mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.

Di sisi lain, Pemko Medan juga membuka peluang kerja ke luar negeri. Salah satunya melalui kerja sama dengan Bank BJB yang menyediakan skema pembiayaan bagi calon tenaga kerja untuk mengikuti pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebelum diberangkatkan ke Jepang sebagai tenaga okupasi atau caregiver.

“Kita tidak hanya melihat peluang kerja di Kota Medan. Wirausaha terus kita dorong, peluang kerja ke luar negeri juga kita buka agar masyarakat memiliki kesempatan memperoleh penghasilan yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramadan, mengatakan program pelatihan tahun ini difokuskan pada peningkatan kompetensi yang berorientasi pada kebutuhan dunia industri sekaligus memastikan lulusan terserap di pasar kerja.

Sebanyak 100 peserta mengikuti lima jenis pelatihan, yakni pelatihan barista khusus penyandang disabilitas sebanyak 20 peserta selama tujuh hari, pelatihan operator forklift sebanyak 20 peserta selama 18 hari, pelatihan safety riding sebanyak 40 peserta dalam dua kelas selama tujuh hari, serta pelatihan tata kecantikan yang diikuti 20 peserta selama 18 hari.

Ramadan memastikan seluruh peserta yang lulus akan memperoleh sertifikasi profesi sesuai bidangnya, mulai dari sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Surat Izin Operasional (SIO), hingga Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai kompetensi yang dimiliki.

Ia juga mengungkapkan Disnaker Kota Medan telah melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei melalui koordinasi dengan PT KINRA dan sejumlah tenant guna menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan industri.

Selain itu, Pemko Medan memperluas peluang penempatan tenaga kerja ke luar negeri melalui kerja sama dengan Bank BJB dan dua Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) berstatus Sending Organization (SO) sebagai mitra penyaluran tenaga kerja ke Jepang.

Pembukaan pelatihan ditandai dengan penyematan tanda peserta dan penyerahan perlengkapan pelatihan oleh Rico Waas. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dengan PT Grab Teknologi Indonesia dan PT Kamitra Mitra Jaya Utama sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kota Medan. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *