Pemko Medan Perkuat Penerapan ASB Tingkatkan Tata Kelola Keuangan

Ekonomi, Medan3 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN — Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus memperkuat penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kota Medan Citra Effendi Capah saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Penerapan ASB di lingkungan Pemko Medan, di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Rabu (12/8/2026).

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Citra mengapresiasi inisiatif Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Medan serta partisipasi narasumber dan pimpinan perangkat daerah dalam forum tersebut.

Menurutnya, penguatan ASB tidak sekadar menjadi kebijakan administratif, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret dan berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup penguatan koordinasi antarperangkat daerah, peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan dokumen ASB, serta pengawasan yang transparan dan akuntabel.

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi antarperangkat daerah, peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan dokumen ASB secara berkelanjutan, serta pengawasan yang transparan dan akuntabel agar implementasi ASB berjalan secara konsisten sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Citra.

Ia menegaskan, ASB tidak boleh dipandang hanya sebagai dokumen administratif atau formalitas. Instrumen tersebut memiliki peran strategis dalam memastikan setiap alokasi anggaran disusun berdasarkan kebutuhan yang rasional, beban kerja yang terukur, dan target kinerja yang jelas.

“ASB membantu kita memastikan bahwa alokasi anggaran didasarkan pada kebutuhan yang rasional, beban kerja yang terukur, serta target kinerja yang jelas. Penerapan ASB yang tepat akan mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang berorientasi pada hasil,” jelasnya.

Citra mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penerapan ASB, antara lain perbedaan pemahaman serta kebutuhan integrasi dan penyempurnaan data antarorganisasi perangkat daerah (OPD). Karena itu, FGD dinilai penting sebagai ruang untuk menyamakan persepsi dan merumuskan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi.

Melalui forum tersebut, peserta didorong berdiskusi secara terbuka, berbagi pengalaman, mengidentifikasi permasalahan, serta menyusun rekomendasi yang dapat diterapkan secara konsisten dalam proses perencanaan dan penganggaran.

“FGD ini hendaknya menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan komunikasi antar-pemangku kepentingan, serta menghasilkan rekomendasi yang implementatif untuk diterapkan dalam perencanaan dan penganggaran di setiap perangkat daerah,” harap Citra.

Kepada para narasumber, termasuk akademisi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Quality Medan Dr. Ir. Immanuel Panusunan Tua Panggabean, Citra berharap materi yang disampaikan dapat memberikan pemahaman komprehensif sesuai perkembangan regulasi.

Dengan adanya pemahaman dan persepsi yang sama di seluruh OPD, penerapan ASB diharapkan dapat berjalan lebih konsisten serta mendukung peningkatan kualitas perencanaan dan penganggaran daerah.

“Saya berharap FGD ini tidak hanya menjadi forum berbagi informasi, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat ditindaklanjuti bersama dalam mengoptimalkan penerapan Analisis Standar Belanja demi mewujudkan tata kelola Pemko Medan yang semakin baik,” pungkasnya. (V24/ART/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *