VIRAL24.CO.ID – SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus memperkuat langkah penanggulangan stunting secara terencana dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pelaksanaan dan Pelaporan Aksi Konvergensi Penanganan Stunting Tahun 2026 yang digelar di Kantor Bapperida Kabupaten Simalungun, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan dibuka Sekretaris Bapperida, Lina Oletta Damanik, mewakili Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa stunting merupakan persoalan mendasar akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan yang berisiko menurunkan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan.
Karena itu, penanganan stunting harus dilakukan secara konvergensi, holistik, dan tepat sasaran melalui lima aksi utama, yakni analisis situasi, penyusunan rencana, penguatan pelaksanaan, evaluasi hasil, serta perumusan kebijakan.
Bupati juga mengarahkan Tim Satgas dan petugas pelapor agar bekerja lebih maksimal, tertib, dan inovatif, termasuk memastikan program penanganan stunting masuk dalam dokumen perencanaan desa.
Dalam rakor tersebut, Hotdiaman Saragih menjelaskan kegiatan itu bertujuan memperkuat komitmen bersama, menyelaraskan peran lintas sektor, merumuskan langkah perbaikan, serta memastikan ketepatan pelaporan melalui sistem Bangda.
Sementara itu, narasumber dari Bapperida, Ober Damanik, menegaskan bahwa aksi nyata penanganan stunting harus sudah terlihat pada Triwulan I Tahun 2026 menjelang evaluasi tingkat provinsi pada Juli mendatang. Ia juga meminta Dinas Kesehatan memperketat pemantauan pelaporan dari seluruh puskesmas.
Di sisi lain, perwakilan Dinas Kesehatan, Yeli F. Purba, menyampaikan bahwa program penanganan stunting sejauh ini berjalan cukup baik, meski masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Beberapa hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan insentif kader, kerusakan alat ukur di 1.333 Posyandu, rendahnya partisipasi masyarakat, hingga kendala distribusi makanan tambahan kepada sasaran penerima.
Seluruh masukan dalam rakor tersebut akan menjadi dasar penyusunan strategi penanganan stunting yang lebih matang dan efektif.
Melalui kolaborasi seluruh pihak, Pemkab Simalungun menargetkan terciptanya wilayah bebas stunting guna melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh di masa mendatang. (V24/RT)






