VIRAL24.CO.ID – ASAHAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan memperkuat perlindungan sistem elektronik, data, dan layanan pemerintahan digital melalui pengukuhan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Asahankab oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI.
Pengukuhan tersebut dilakukan Kepala BSSN Letjen TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi dalam acara Pengukuhan Bersama Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Administrasi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Tahun 2026 di Aula dr. Roebiono Kertopati BSSN, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026).
Mewakili Pemkab Asahan, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Asahan Arbin Ariadi Tanjung menerima Surat Tanda Registrasi dan plakat TTIS Asahan dari BSSN dengan Nomor 878/CSIRT.01.02/BSSN/09/2026.
TTIS Asahankab diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mendeteksi, menangani, hingga memulihkan insiden keamanan siber yang berpotensi mengganggu layanan pemerintahan. Pengukuhan tersebut diikuti 59 tim tanggap insiden siber dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta sektor pembangunan manusia.
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menegaskan, keamanan siber dan persandian merupakan fondasi dalam transformasi digital nasional. Menurutnya, pemerintahan digital harus dibangun secara aman dan tepercaya serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Nugroho juga meminta setiap TTIS melakukan identifikasi aset secara menyeluruh, termasuk risiko dan ancaman yang menyertainya. Perlindungan aset, kata dia, perlu diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan standar keamanan, prinsip Security by Design, pertahanan berlapis (defense in depth), serta Resilience by Architecture.
“Pengukuhan ini adalah awal, bukan akhir. Ketika insiden benar-benar terjadi, kecepatan penanganan oleh TTIS menjadi kunci. Untuk itu, kapabilitas TTIS harus terus kita perkuat secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Nugroho.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI Sabam Rajagukguk dalam keynote speech menyampaikan pentingnya penguatan ketahanan siber untuk menjaga keberlangsungan layanan digital. Menurutnya, peran TTIS membutuhkan dukungan pimpinan masing-masing entitas, antara lain melalui mandat yang jelas, penguatan personel, penyediaan sarana dan sumber daya, serta pembangunan budaya kerja yang mendukung keamanan siber.
Usai pengukuhan, Arbin Ariadi Tanjung mengatakan momentum tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan Pemkab Asahan dalam menghadapi berbagai potensi insiden siber.
“TTIS Asahankab bukan hanya tentang penanganan ketika terjadi serangan siber, tetapi juga bagaimana kita membangun kesiapsiagaan sejak dini. Kami akan memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memastikan sistem dan layanan digital pemerintah daerah memiliki langkah penanganan yang jelas ketika terjadi insiden,” katanya.
Menurut Arbin, keamanan sistem informasi menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan pemerintahan yang semakin bergantung pada teknologi digital. Karena itu, TTIS Asahankab diarahkan untuk membangun sistem penanganan insiden yang lebih terkoordinasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan aman dan andal. (RE)






