VIRAL24.CO.ID – ASAHAN – Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., mendukung penuh program penanaman jagung ketahanan pangan yang digagas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku di lahan Air Joman, Kabupaten Asahan, eks HGU PT BSP, Rabu (5/8/2026). Program tersebut tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan pemberdayaan warga binaan menjelang kembali ke masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara Jalu Yuswa Panjang, A.Md., S.H., M.Si., Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku beserta jajaran, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Asahan, serta sejumlah tamu undangan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara Jalu Yuswa Panjang mengatakan, kunjungannya bertujuan meninjau lahan yang dipersiapkan sebagai lokasi pembangunan Lapas Minimum Security Asahan. Sebelum pembangunan dimulai, lahan tersebut dimanfaatkan untuk penanaman jagung sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus media pembinaan bagi warga binaan.
Menurutnya, warga binaan yang telah memenuhi asesmen dan akan segera menyelesaikan masa pidana akan dilibatkan dalam program tersebut. Mereka diberikan edukasi dan keterampilan bercocok tanam sebagai bekal untuk memulai kehidupan baru setelah bebas.
“Lahan ini akan dioptimalkan agar produktif sebelum nantinya dibangun Lapas Minimum Security Asahan. Kami ingin lahan ini benar-benar hidup dan memberikan manfaat sebelum pembangunan dilaksanakan,” ujar Jalu.
Wakil Bupati Asahan Rianto mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai program penanaman jagung memiliki manfaat ganda, yakni mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui pemberian keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.
Rianto menyebutkan, penanaman jagung kali ini merupakan periode kedua. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di lahan seluas 5,5 hektare dengan hasil yang dinilai cukup memuaskan.
“Kami mendukung dan mensuport penuh kegiatan ini. Program ini sangat baik karena selain mendukung ketahanan pangan, juga memberikan edukasi kepada warga binaan yang telah memenuhi asesmen sehingga saat mereka bebas, khususnya warga Asahan, mereka memiliki keterampilan bercocok tanam yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup,” katanya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program tersebut menjadi bekal bagi warga binaan untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.
“Ketika keluar dari sini mereka membawa ilmu bercocok tanam. Harapan kita, mereka dapat mandiri dan tidak lagi menjadi warga binaan. Program ini sangat luar biasa. Atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan, kami mengucapkan terima kasih dan berharap program ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Kegiatan ditandai dengan penanaman bibit jagung secara simbolis oleh Wakil Bupati Asahan bersama Kepala Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara, Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku, dan para tamu undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara bersama Kepala Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara dan Wakil Bupati Asahan sebelum berakhir pukul 11.30 WIB dalam keadaan aman, lancar, dan tertib. (RE)






