VIRAL24.CO.ID – MEDAN — Pekan QRIS Nasional (PQN) Medan DigiFest 2026 resmi digelar di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara tersebut berlangsung selama dua hari hingga Minggu (23/8/2026).
PQN Medan DigiFest 2026 dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Kepala KPw BI Sumatera Utara Didit Widiana. Pembukaan ditandai dengan penekanan bel secara bersama-sama di panggung utama sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, KPw BI Sumatera Utara memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan atas komitmen dan dukungannya dalam menyukseskan rangkaian PQN yang berlangsung sejak 18 hingga 23 Agustus 2026.
Rico Waas mengatakan, sinergi antara Pemko Medan dan Bank Indonesia Sumatera Utara menjadi bagian penting dalam mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah, khususnya di sektor sistem pembayaran.
“Sinergitas yang terjalin erat antara Pemko Medan dan Bank Indonesia Sumatera Utara adalah kunci utama terwujudnya ekosistem digital yang inklusif. Kita berharap seluruh langkah digitalisasi transaksi yang telah dan sedang kita jalankan ini dapat memberikan dampak positif yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas, khususnya warga Kota Medan,” ujar Rico.
Dalam sambutannya, Rico juga memaparkan inovasi transaksi keuangan daerah yang dikembangkan Pemko Medan bersama Bank Indonesia dan PT Bank Sumut, yakni QRESTO. Menurutnya, sistem tersebut merupakan inovasi split payment untuk mendukung transparansi dan kemudahan pembayaran pajak daerah, khususnya pajak restoran.
Melalui QRESTO, pembayaran transaksi restoran dapat dipisahkan secara otomatis antara pendapatan pengusaha dengan kewajiban pajak daerah. Porsi pajak yang telah dipisahkan kemudian ditransfer secara langsung ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Menurut Rico, penerapan sistem tersebut diharapkan memberikan kemudahan bagi wajib pajak sekaligus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan penerimaan pajak daerah. Teknologi tersebut juga dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi administrasi dan meminimalkan potensi kebocoran penerimaan pajak.
Ia berharap inovasi digital yang dikembangkan di Kota Medan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dan direplikasi secara lebih luas.
“Harapan kita inovasi digital dari Medan ini tidak berhenti di tingkat lokal saja, tetapi mampu menjadi percontohan nasional dan direplikasi oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia,” katanya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan M. Agha Novrian turut hadir dalam pembukaan Medan DigiFest 2026. Bapenda Medan juga membuka Pojok PBB sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.
Melalui Pojok PBB, masyarakat dapat melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menggunakan QRIS. Pemko Medan juga menyediakan program penghapusan denda PBB selama pelaksanaan Medan DigiFest 2026, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyelesaikan kewajiban pajaknya. (V24/ART/RT)






