VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Para driver ojek online (Ojol) tergabung dalam Aksi Solidaritas Driver Medan (ASDM), mengungkapkan rasa kekecewaan terhadap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumut, Agustinus Panjaitan.
Kekecewaan terhadap Agustinus Panjaitan disampaikan oleh Ketua ASDM, Timbul Siahaan kepada wartawan disela-sela unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, di Jalan Diponegoro, Kota Medan, Senin (23/6/2025) siang.
Koordinator aksi, Timbul Siahaan, menyebut Dishub Sumut gagal mengawal hasil pertemuan antara ASDM dan aplikator Grab yang sebelumnya difasilitasi oleh pemerintah. Dalam pertemuan tersebut, ASDM mengajukan tiga tuntutan utama yaitu penghapusan biaya berlangganan Grab Hemat (GHB), penghapusan program slot food, serta pembentukan regulasi hukum bagi ojol roda dua.
“Kadishub Sumut kalah dan seperti tunduk dengan aplikator. Sudah satu bulan lebih tidak ada jawaban dari Grab. Pemerintah pun tidak bersikap tegas. Itu sebabnya kami turun ke jalan,” tegas Timbul saat orasi dari atas mobil bak terbuka.
Menurutnya, kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan pada awal Mei lalu justru tidak dihargai. Aplikator tidak menepati janji memberi jawaban dalam waktu sebulan, dan Dishub Sumut terkesan pasif.
“Kami tidak mencari kekayaan. Kami hanya ingin keadilan dan kehidupan yang layak bagi para driver. Ini bukan aksi jilid dua, ini perjuangan untuk kelangsungan hidup kami,” ujarnya.
Atas kekecewaan dan tidak ada ketegasan hingga solusi pro dengan driver ojol. ASDM menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumut, untuk bertemu dengan Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan aspirasi mereka.
“Yang sudah dipimpin langsung oleh Kadishub Sumut di Kantor Dishub Sumut, dengan poin aplikator akan memberikan jawaban 1 bulan. Ditunggu 1 Mei 2025, tidak ada realisasinya,” kata Timbul.
Timbul Siahaan mengungkapkan kedatangan mereka dengan menggelar unjuk rasa ini, untuk mencari keadilan dan kehidupan layak bagi driver, dengan menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
Timbul Siahaan sebagai koordinator dalam aksi ini, menuntut Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution untuk mencari solusi atas tuntutan mereka. Karena, driver ojol dibebankan dengan program aplikator yang merugikan mitranya sendiri.
“Kami berharap bapak Gubernur Sumut melihat nasib para driver ini. Kami bekerja selama 8 tahun ini, tidak ada perlindungan kami disini dari segi hukum. Kami sudah lelah, kami sudah capek. Terlalu lama diam dengan tidak kepastian ini,” kata Timbul.
Timbul sendiri mengatakan apa yang dihadapi dan dituntut oleh Driver Ojol ini, harus mereka sampaikan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
“Kami menilai bapak Gubernur bijaksana dan paham suara rakyatnya. Tapi, gak meski kami harus melapor ke Surabaya, melapor ke Gubernur Jawa Barat, KDM atau melapor ke Gubernur Aceh untuk nasib kami. Kami paham pak Gubernur akan mendengar keluhan kami,” sebut Timbul.
Demo ini, menurut Timbul tidak lepas untuk menjaga marwah dan wibawa dari Pemprov Sumut, jangan sampai kalah melindungi masyarakat, dari ketidakadilan dilakukan aplikator jasa transportasi online itu. Kami menghargai wibawa Pemerintah, karena hasil notulennya tidak dihargai. Tentunya, kami bergerak karena alasan itu, ucap Timbul dengan tegas. (V24/RT)






