Healing di Goa Ergendang Airnya Bisa Sembuhkan Penyakit, Masuk 15 Ribu

Deli Serdang354 views

VIRAL24.CO.ID – DELI SERDANG – Namanya Goa Ergendang, kawasan situs alam ini menjadi salah satu tujuan wisata favorit, khususnya bagi masyarakat Medan sekitarnya yang ingin healing dan ingin mandi air panas di akhir pekan.

Goa Ergendang terletak di Desa Penungkiren, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Sepanjang perjalanan menuju kawasan goa ini, kita akan melintasi jalan berkelok dan turun naik, dengan perladangan warga di kanan kiri jalan.

Setidaknya ada dua jalur untuk sampai ke lokasi wisata ramah keluarga ini, yakni Amplas-Patumbak-Talun Kenas maupun Amplas-Titi Kuning-Deli Tua. Dari kedua jalur ini, sama-sama membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam untuk tiba di lokasi ini

Jika dari pusat kota Medan, berjarak sekitar 80 Km dengan memakan waktu perjalanan sekitar 1 jam 45 menit. Untuk menuju ke lokasi yang satu ini, jalanan cukup cantik, jadi bagi yang ingin berlibur menggunakan sepeda motor tak perlu khawatir. Lokasi wisata yang satu ini patut anda coba untuk mengisi liburan anda bersama teman dan keluarga tercinta.

Berada di ketinggian, Goa Ergendang terletak di sebuah kawasan perladangan rakyat yang berbatasan dengan hutan. Di kawasan itu, banyak ditemui pohon-pohon keras seperti jengkol, durian, petai, duku dan sebagainya.

Tak seperti pemandian hangat pada umumnya, destinasi wisata yang bernama Cave And Hot Springs Goa Ergendang menyajikan pemandian air panas alami. Konon katanya, pemandian air hangat ini ampuh menghilangkan penat dengan pemandangan alam yang indah.

Sebelum dibuka untuk umum, kawasan Goa Ergendang disebut-sebut tempat keramat. Oleh masyarakat sekitar, yang sebagian besar bersuku Karo, kawasan dengan udara lembab ini dijuluki kampung orang-orang bunian atau dalam bahasa lokal disebut kemang.

Uniknya, kolam buatan pemandian air panas tersebut berada di dalam goa yang menambah kesan eksotis lokasi wisata tersebut. Goa Ergendang menyajikan spot-spot pemandian air hangat alami di dalam goa. Sumber air hangat itu berasal dari alam, seperti yang biasa kita temukan di pegunungan. Namun kandungan belerangnya sangat sedikit sehingga aroma maupun rasa asam sulfatnya nyaris tidak terasa.

Pengunjungnya, Boy Manalu mengatakan, kondisi jalan kemari juga sangat baik bisa dilalui kendaraan roda empat juga.

“Kalau dari Medan masuknya dari Jalan Brigjen Katamso, masuk ke Deli Tua Jalan Brigjen Zein Hamid dari situ lurus aja, setelah satu jam lebih, nanti ada plang penunjuk lokasi wisata Goa Gendang,” ujarnya, Sabtu (21/9/2024).

Spot-spot pemandian itu didesain berupa kolam-kolam bertingkat. Kedalaman kolam beragam. Mulai dari 50 cm sampai 120 cm. Ukuran dan bentuk kolam juga berbeda-beda. Ada yang oval dengan diameter 5 meter. Sedangkan yang berbentuk kotak ada yang luasnya sekitar 60 meter persegi. Setiap kolam ada pancuran air yang menyalurkan air dari dalam tanah ke kolam sehingga air dalam kolam otomatis terus berganti. Airnya yang berwarna hijau membuat pemandian ini enak dipandang mata.

Posisi kolam juga bervariasi. Mulai dari yang di tempat terbuka, sampai yang berada langsung dalam goa. Merasakan sensasi mandi di Goa Ergendang serasa berada di negeri khayangan, apalagi jika pengunjung sedang sepi. Rasanya seperti healing campur uji nyali. Khasiat airnya diyakini bisa membantu menyembuhkan berbagai penyakit, seperti rematik maupun saraf terjepit.

Dari sisi fasilitas, objek wisata Goa Ergendang, sudah dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai. Antara lain kawasan parkir yang luas, sejumlah ruang ganti maupun kantin. Hanya saja, di kolam pemandiannya, pengunjung harus lesehan di pinggir-pinggir kolam.

Bagi Anda yang tertarik ingin healing ke Goa Ergendang, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Antara lain bersikap sopan. Selalu berhati-hati, terutama saat melintasi tangga di dalam di goa. Kemudian, hindari memegang dinding gua, hal-hal itu untuk berjaga-jaga tersentuh binatang maupun serangga tak kasat mata.

Tertarik ke lokasi ini, Anda cukup menyiapkan uang retribusi sebesar Rp 15.000 per orang untuk hari biasa dan Rp 20.000 per orang untuk hari Minggu dan hari libur nasional. Sedangkan biaya parkir mobil sebesar Rp 8.000. (V24/Red)

 

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *