VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pasca kecelakaan Bus ALS nomor polisi BK 7778 DL di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengunjungi Kantor PT Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (7/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bobby berdialog dengan Direktur PT ALS, keluarga korban, pihak Organda, serta Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumut guna memastikan penanganan korban berjalan maksimal, mulai dari proses identifikasi hingga pemulangan ke daerah asal masing-masing.
“Kami turut berduka sedalam-dalamnya. Saat ini yang dibutuhkan keluarga adalah kesabaran. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hadir memastikan seluruh korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, dapat ditangani dan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing,” ujar Bobby Nasution.
Ia mengatakan, sejak malam kejadian Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkait proses evakuasi korban dari Muratara menuju daerah asal.
Selain memastikan penanganan korban, Bobby juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi, termasuk pendataan manifest penumpang dan pengawasan kendaraan.
“Ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik perusahaan otobus maupun pemerintah daerah. Manifest penumpang sangat penting untuk memudahkan identifikasi korban dan penanganan saat terjadi musibah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bobby turut menaiki salah satu bus ALS rute Medan–Yogyakarta untuk berdialog dengan sopir dan penumpang. Ia mengingatkan para pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas.
Sementara itu, Direktur PT ALS Chandra Lubis menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan bus ALS rute Medan–Semarang yang terjadi di Sumatera Selatan.
Menurutnya, pihak perusahaan telah menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk memperoleh informasi terkait kondisi kru dan penumpang.
“Saat ini perwakilan ALS di Sumsel sudah turun ke lapangan dan juga memberikan bantuan akomodasi bagi keluarga korban yang ingin menuju Sumsel,” ujarnya.
Chandra menyebutkan, berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia mencapai 16 orang. Sedangkan korban luka masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Sumsel.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi awal, kondisi jalan yang kurang baik diduga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan hingga bus mengambil jalur kanan dan bertabrakan dengan truk tangki minyak.
PT ALS, lanjut Chandra, akan bertanggung jawab terhadap keluarga korban serta memastikan santunan diberikan kepada korban.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Utara, Nasjwin Andi Nurdin, memastikan seluruh penumpang mendapatkan jaminan santunan dari Jasa Raharja.
Namun, kata dia, proses pendataan masih menunggu identifikasi korban karena sebagian korban mengalami luka bakar.
“Seluruh penumpang dijamin Jasa Raharja. Namun kami masih menunggu proses identifikasi karena kondisi korban terbakar sehingga membutuhkan waktu,” katanya.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Ketua Organda Sumut Haposan Sialagan, jajaran direksi PT ALS, serta keluarga korban, di antaranya Siti Khodijah, istri almarhum Zulfan Efendi selaku sopir Bus ALS, dan keluarga almarhum Syafruddin Nasution, kernet Bus ALS, yang diwakili kakak kandungnya, Ardeliana Nasution. (V24/RT)







