VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat realisasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Program Strategis Daerah (PSD) agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Bobby saat memimpin Rapat Pimpinan Forum Koordinasi, Sinkronisasi, Monitoring, dan Evaluasi Realisasi Anggaran serta Capaian Pelaksanaan PHTC dan PSD di Ruang Rapat I Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (22/6/2026).
“Apapun hasil rapat yang sudah kita laksanakan, realisasinya harus benar-benar terlaksana. Jangan cuma di atas kertas realisasinya. Harus ada progres,” kata Bobby.
Dalam rapat itu, Bobby meninjau capaian sejumlah OPD yang menjalankan program PHTC dan PSD. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antarpemerintah daerah agar pelaksanaan program berlangsung efektif dan saling mendukung.
Menurutnya, banyak program yang saling berkaitan, seperti pembangunan jaringan irigasi yang mendukung sektor pertanian. Karena itu, koordinasi lintas OPD diperlukan agar kebutuhan, target, dan pelaksanaan program dapat berjalan selaras.
Bobby juga meminta setiap program yang telah berjalan dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ia mengingatkan agar bantuan pemerintah yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Ia mencontohkan hasil kunjungannya ke sejumlah daerah yang masih menemukan bantuan kurang tepat sasaran atau tidak sesuai dengan kondisi masyarakat. Karena itu, Bobby meminta seluruh perangkat daerah memanfaatkan sisa waktu pelaksanaan program secara optimal tanpa mengabaikan kualitas hasil pekerjaan.
Saat ini Pemerintah Provinsi Sumut memiliki enam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), yakni PUBG (Program Unggulan Bersekolah Gratis), PROBIS (Program Berobat Gratis), JASKOP/JAGA KOMPER (Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan), CERDAS (Digitalisasi Pelayanan Publik), INSTANSI (Infrastruktur Strategis Terintegrasi), dan PRESTICE (Perlindungan Rakyat Melalui Restorative Justice).
Selain program fisik, Bobby juga mendorong perangkat daerah memperbanyak kegiatan nonfisik yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan melibatkan partisipasi masyarakat.
“Misalnya seperti cerdas cermat atau kegiatan sejenis yang bisa meningkatkan SDM. Kegiatannya juga harus melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut Surya mengingatkan waktu pelaksanaan program pada tahun anggaran 2026 hanya tersisa sekitar 186 hari kalender kerja. Karena itu, seluruh OPD diminta segera menuntaskan proses pengadaan barang dan jasa sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Saya juga mengingatkan seluruh OPD agar segera menyusun perencanaan program untuk tahun 2027,” kata Surya.
Rapat tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap serta seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. (V24/RT)






