VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Hujan yang turun sejak pagi tidak mengurangi kekhidmatan Upacara Peringatan Hari Guru Tahun 2025 di Lapangan SMP Negeri 1 Medan, Jalan Bunga Asoka, Selasa (25/11/2025). Lagu Himne Guru yang dilantunkan para siswa menjadi penutup yang mengharukan, terutama bagi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Dengan mengenakan pakaian adat Melayu, Rico berdiri tegap sebagai pembina upacara meski bajunya basah tersiram hujan. Momen tersebut terasa emosional karena ia kembali ke sekolah tempatnya menimba ilmu semasa kecil.
“Saya bersekolah di sekolah ini. Tanpa mereka, saya tidak bisa berdiri di sini,” ujar Rico dengan suara bergetar. “Guru-gurulah yang membentuk jati diri saya sebagai anak Medan yang belajar dan tumbuh di kota ini.”
Upacara diikuti para pimpinan perangkat daerah, antara lain Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane, Camat Medan Selayang Muhammad Husnul Hafiz Rambe, serta Kepala SMPN 1 Medan, Hj. Rohanim. Di hadapan mereka, Rico menegaskan bahwa jasa para guru tidak akan pernah lekang oleh waktu.
“Terima kasih yang tidak terhingga kepada para guru. Semangat tanpa lelah para guru adalah cinta kasih yang luar biasa kepada bangsa ini,” ucapnya.
Usai upacara, Rico menyalami satu per satu guru yang hadir. Senyum haru dan bangga tampak dari para pendidik yang menerima penghormatan tersebut, sementara rinai hujan masih membasahi lapangan.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga membacakan amanat tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Disampaikannya bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru.
Pada 2025, pemerintah menyediakan beasiswa Rp3 juta per semester bagi 12.500 guru untuk melanjutkan studi S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau. Berbagai pelatihan juga digelar, mulai dari Pendidikan Profesi Guru, kepemimpinan sekolah, hingga pelatihan koding dan kecerdasan artifisial.
Untuk kesejahteraan, pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi Rp2 juta per bulan bagi guru non-ASN dan satu kali gaji pokok bagi guru ASN. Guru honorer juga menerima insentif Rp300 ribu per bulan yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Kuota beasiswa direncanakan meningkat menjadi 150.000 guru pada 2026, disertai kenaikan insentif honorer.
Mu’ti menegaskan bahwa guru menghadapi tantangan berat di tengah perubahan sosial dan pesatnya perkembangan teknologi. Karena itu, pemerintah memperkuat perlindungan hukum bagi guru melalui kerja sama dengan Kepolisian RI, termasuk penyelesaian damai terhadap persoalan yang berkaitan dengan tugas mendidik.
Ia menutup amanatnya dengan menegaskan peran guru sebagai agen pembelajaran dan peradaban. “Guru hebat, Indonesia kuat,” pungkasnya. (Vin)






