VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Revitalisasi Pasar Petisah Medan yang diberi nama Blok Petisah Medan, dan lantai dua yang mau di alih fungsikan menjadi pusat UMKM menuai sorotan tajam dari elemen masyarakat di kota ini.
Sorotan itu disampaikan Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis kepada VIRAL24 dengan alasan revitalisasi tersebut amburadul di duga kurang matang dan terkesan dipaksakan.
Menurut Adi Warman Lubis, Rabu (14/10/2026), sebelumnya, dia mendapat telepon dari keluarganya salah satu pedagang yang sudah lama berjualan di lantai dua namun tiba tiba kios mau di revitalisasi dan dirinya di pindahkan ke belakang di depan jual makanan, sementara dia jual pakaian dan kiosnya sangat strategis di pintu masuk lantai dua.
Setelah mendapat laporan dari keluarganya, dia langsung ke lokasi pasar Petisah lantai dua, dan melihat lokasi keberadaan kios saudaranya yang mau diberikan sebagai pengganti.
Setelah diskusi dan melihat kios tersebut memang benar, kios yang mau diberikan tersebut tidak sesuai dimana kios yang mau diberikan sebagai pengganti didepan jual makanan dan di belakang.
Sementara imbuhnya lagi, kakak saya jual pakaian dan tempat sangat strategis dan membayar kewajiban baik retribusi maupun perpanjang hak pakai ini kan enggak benar cara PUD Pasar memperlakukan pedagang.
Kan agak aneh, PUD Pasar orang jualan tapi jalan di tutup pakai seng sedangkan terbuka saja mereka banyak yang enggak buka dasar, tapi ini malah di tutup, bagaimana pengunjung mau masuk ke pasar tersebut. ini PUD Pasar konsepnya bagaimana,”katanya penuh tanya.
Sebagai kontrol sosial pemantau kinerja aparatur negara dan sipil, dirinya sangat mendukung di buatnya konsep UMKM. Namun jangan sampai akibat kepentingan oknum tertentu, sehingga masyarakat yang jadi korban.
“Masyarakat udah susah malah di buat semakin susah,”tandasnya kesal.
Lanjutnya, kalau PUD Pasar memang mau meramaikan pasar serta meningkatkan pemasukan PUD Pasar, saya sangat mendukung dan apresiasi. Tapi jangan sampai masyarakat yang mencari nafkah yang di korbankan, ini enggak benar.
”Kita siap memperjuangkan hak para pedangang yang terzolimi karena saya juga pedagang dan saya pengurus Organisasi Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia APPSINDO Medan,”ungkapnya kesal.
Dia juga mendapatkan informasi bahwa izin Revitalisasi diduga belum ada, tapi mendapat informasi bahwa Senin kemarin (12/10/2026) sudah dilakukan peletakan batu pertama oleh Walikota Medan.
”Ini sungguh memalukan, jika informasi tersebut benar adanya Walikota Medan menghadiri peletakan batu pertama Revitalisasi pasar yang di duga belum memiliki izin. Inikan diduga telah menimbulkan asumsi negatif dari masyarakat luas.
Kemudian Adi Warman Lubis juga menyebut, PUD Pasar itu milik Pemko Medan tapi kalau benar pembangunan Revitalisasi pasar tersebut belum memiliki izin, ini sama aja Pemko Medan memberikan contoh yang sangat buruk terhadap masyarakat, dimana pemko Medan mengeluarkan aturan dan menindak masyarakat yang melanggar peraturan, tapi Pemko Medan (PUD) dibiarkan melanggar peraturan.
“ini sama aja pembodohan publik,” katanya kecewa.
Lanjut Adi Warman Lubis, dari hasil investigasinya pencabutan no undian tempat pengganti atau penampungan yang di diberikan juga diduga menyalahi prosedur.
Contoh ada pedagang yang juga terkena dampak Revitalisasi dia bisa mendapatkan kios di depan kiosnya yang di Revitalisasi bahkan lebih dari satu kios dan yang bersangkutan sempat mengatakan dari awal udah pesan tempat tersebut.
Aneh kalau memang pengundian sesuai prosedur tak mungkin pedagang tersebut bisa dapat kios di depan kios yang lama apalagi sampai 2 pintu ini kan aneh bin ajaib,” tegas Adi Warman Lubis.
Adi Warman Lubis berpesan sebelum melakukan Revitalisasi Walikota harus kroscek langsung semuanya baik surat izin, penampungan pedagang dan lain sebagainya.
“Kita sayang sama pak Walikota Medan, kita tidak mau beliau nanti yang dihujat oleh pedagang karena kesalahan orang lain, jadi kita berharap Walikota Medan menunda Revitalisasi sebelum masalah internal PUD maupun pedagang yang digusur selesai, itu harapan kita,”pintanya.
Apalagi tambahnya, Revitalisasi lantai 2 tapi pedagang lantai satu jadi korban, inikan enggak benar kalau memang mau di bentuk UMKM itu.
“Pasar Aksara yang udah mati suri bertahun tahun di biarkan, kenapa pasar Petisah yang ada pedagangnya yang di Revitalisasi, ini agak lain menurut saya,”tegasnya.
Untuk itu, Adi Lubis dalam waktu dekat akan memimpin aksi demo ke Balai Kota Medan dan akan orasi terkait revitalisasi Pasar Petisah yang dinilai cacat prosedur.
Dia juga minta Walikota Medan Rico Waas mengevaluasi kinerja Dirut PUD Pasar Medan Anggia Ramadhan yang keberadaannya tidak berpihak kepada ribuan pedagang dah mematikan usaha pedagang di pasar-pasar yang saat ini sudah mati suri dan tersaingi dengan belanja sistem online, tutupnya. (V24/Erwan)






