Gubernur Sumut Paparkan Strategi Mitigasi Megathrust pada Pasis Sesko TNI

Sumut8 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pentingnya mitigasi ancaman Megathrust sebagai langkah antisipatif untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas daerah dari potensi dampak bencana berskala besar.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Tahun Ajaran 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (9/6/2026).

Menurut Bobby, ancaman Megathrust tidak hanya berdampak pada keselamatan jiwa masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, pelayanan publik, stabilitas sosial hingga keamanan daerah.

“Karena itu, berbagai informasi dan peringatan terkait potensi Megathrust harus menjadi perhatian bersama dan tidak boleh diabaikan,” ujar Bobby.

Ia menjelaskan, Megathrust merupakan zona pertemuan antara lempeng samudera dan lempeng benua yang menyebabkan proses subduksi dan berpotensi memicu gempa bumi berkekuatan besar.

Karakteristik Megathrust antara lain memiliki magnitudo sangat besar, terjadi di zona subduksi, memiliki patahan dangkal dan luas, serta berpotensi menimbulkan tsunami.

Sebagai contoh, Bobby menyebut gempa Megathrust yang terjadi di Aceh pada 2004 dan memicu tsunami besar di kawasan Samudera Hindia.

Menurutnya, salah satu wilayah yang memiliki potensi ancaman Megathrust berada di kawasan Mentawai dan pesisir barat Pulau Sumatera. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang terencana dan berkelanjutan.

Untuk menghadapi potensi ancaman tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerapkan berbagai strategi mitigasi, baik secara struktural maupun nonstruktural. Selain itu, pendekatan sosial budaya serta penguatan harmoni lintas agama di lokasi pengungsian juga menjadi bagian dari upaya penanggulangan bencana.

“Kita juga mengedepankan kearifan lokal yang berbasis pada nilai-nilai kebhinekaan dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana,” katanya.

Bobby menjelaskan, Pemprov Sumut terus memperkuat kebijakan dan tata kelola kebencanaan, membangun infrastruktur yang tangguh terhadap bencana, meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam mitigasi risiko bencana.

Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyinggung penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025. Menurutnya, dampak bencana tersebut dapat ditangani melalui kolaborasi berbagai pihak.

Data yang disampaikan menunjukkan sebanyak 1.803.715 jiwa terdampak bencana, dengan 11.209 orang mengungsi, 375 orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan 41 orang dinyatakan hilang.

Sebagai bentuk komitmen percepatan pemulihan pascabencana, Pemprov Sumut mengalokasikan dukungan fiskal melalui Transfer ke Daerah (TKD) untuk rehabilitasi dan rekonstruksi tahun 2026-2028 sebesar Rp23,33 triliun. Selain itu, terdapat tambahan dukungan TKD tahun 2026 sebesar Rp1,134 triliun.

Sementara itu, Wakil Komandan Sesko TNI, Teguh Puji Raharjo, mengatakan kegiatan KKDN Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 diikuti 60 peserta.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan membekali calon pemimpin TNI dengan wawasan strategis, pengalaman empiris, serta kemampuan menganalisis penataan wilayah pertahanan secara langsung di daerah.

“Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mendeteksi, menganalisis, dan melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi ancaman maupun bencana,” ujarnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta jajaran perwira TNI. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *