Dua Periode Jadi Wakil Rakyat, H.Rajudin Sagala S.Kom, S.Pd.I, Selalu Perjuangkan Keluhan Warga

Advertorial209 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pria berdarah batak Muslim politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selama dua periode duduk menjadi wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan yang selalu memperhatikan keluhan masyarakat khususnya dari Daerah Pilihan (Dapil) I yang meliputi  Kecamatan Medan Barat, Kecamatan Medan Baru, Kecamatan Medan Helvetia dan Kecamatan Medan Petisah sukses meniti karirnya. Pria yang akrab disapa ustad ini ternyata seorang programer handal. Ia pernah mengepalai pengerjaan database Universitas Islam Negeri (UIN) se Indonesia, data base Hotel Indonesia.

Beliau, H.Rajudin Sagala, S.Kom, S.Pdi, Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS sekaligus Wakil Ketua DPRD Medan periode 2019-2024. Selain kiprahnya sebagai programer, Rajudin muda juga merupakan pelaku sejarah tumbangnya kepemimpinan Orde Baru 1998, bersama mahasiswa lain ia tercatat sebagai salah satu dari ribuan mahasiswa yang menduduki gedung parlemen di Jakarta.

Banyak catatan menarik dari perjalanannya semasa kuliah, bekerja hingga menjadi politisi PKS. Pria murah senyum ini akrab dikalangan ibu-ibu kota Medan karena kerap mengisi pengajian dari masjid, mushola hingga lorong-lorong rumah warga.

Sekali waktu ia pernah diragukan keustatannya karena bergelar S.Kom. “Hari ini selain saya menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Medan, mengisi pengajian jalan terus. Tapi ada saja yang meragukan saya menjadi ustad. Saya tidak menanggapinya,” ucap Rajudin kepada wartawan saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (27/07/2021).

Politisi berdarah Batak ini mengatakan, bahwa sejak kecil ia sudah hidup dan berada dalam suasana persantren.

“Jadi sesungguhnya basic (Dasar-red) saya pesantren, dari sekolah tingkat SD sampai SMA saya di pesantren di tanah Aceh,” jelasnya.

Maka tak heran, ia menuturkan dalam berbagai kesempatan ceramahnya bersama warga dan jamaah, ia disebut sebagai orang Batak yang pandai berbahasa Aceh. “Bagaimana tidak, dari kecil saya hidup di lingkungan pesantren di Aceh, makanya saya bisa berbahasa Aceh,” tuturnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan pesantrennya, pria kelahiran Subulussalam, Provinsi Aceh ini langsung hijarah ke Ibu Kota. Rajudin remaja kemudian menempuh pendidikan strata 1 bidang komputer yang membawanya menjadi seorang programer.

“Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana komputer ini saya kemudian bekerja di beberapa proyek data base, salah satunya menyusun data base UIN seluruh Indonesia, Data Base Hotel Indonesia, hingga menduduki Kepala IT,” jelasnya.

Rajudin juga mengatakan, dari pekerjaan ini ia bisa merasakan keliling Indonesia, dengan mengerjakan proyek IT di sejumlah Kota di Indonesia dari tahun 1995 hingga 2004. “Dengan pekerjaan programer ini saya bisalah merasakan banyak Kota di Indonesia,” ucapnya.

Bahkan dari penampilannya sehari-hari, sosok Rajudin juga dianggap tidak ahli dalam komputer. Mengingat sangat jarang seorang ustadz yang jago komputer. “Banyak juga yang menganggap saya seperti itu,” ucapnya sambil tertawa.

Bahkan dari penampilannya sehari-hari, sosok Rajudin juga dianggap tidak ahli dalam komputer. Mengingat sangat jarang seorang ustadz yang jago komputer. “Banyak juga yang menganggap saya seperti itu,” ucapnya sambil tertawa.

Setelah memutuskan menjadi anggota Partai Keadilan Sejahtera, Rajudin Sagala kemudian aktif terlibat dalam sejumlah kegiatan mengadvokasi warga di Kota Medan. Maka tak heran karir di Politiknya langsung melejit mana kala ia diamanahkan menjadi Calon Anggota Legislatif. Dalam perjalanannya ia terpilih menjadi anggota DPRD Medan pada periode 2014 – 2019 dan 2019 – 2024 hingga saat ini.

Puncaknya, pada periode 2014 – 2019 Rajudin Sagala menjadi Anggota Legislatif PKS dengan perolehan suara terbanyak di Dapil I Kota Medan. Sepak terjangnya sebagai Wakil Rakyat juga ditunjukan, saat dia ditunjuk menjadi Ketua Komisi B DPRD Medan, Ketua Pansus Perda hingga Wakil Ketua DPRD Medan.

Sejumlah advokasi dituntaskannya semasa menjabat Ketua Komisi B dan Badan Anggaran saat itu diantaranya terkait masalah kesehatan dan anggaran kesehatan, Kuota BPJS.

Saat didaulat menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perda, Rajudin juga berhasil menuntaskan sejumlah perda keumatan diantaranya Perda Pembatasan Minuman Beralkohol, Pembentukan Perda pengawasan makanan halal higienis.

Kini meski jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Medan, Rajudin terus melakukan pengawalan terhadap masalah warga dilapangan. Bahkan, kediamannya menjadi rumah aspirasi bagi masyarakat setiap harinya. Dari pengakuannya tak kurang dari puluhan hingga ratusan orang datang ke rumahnya mengadukan sejumlah permasalahan.

“Rumah saya terbuka 24 jam, mereka banyak yang mengadukan permasalahan  dari mulai adminduk, masalah BPJS, ekonomi hingga persoalan masyarakat lainnya,” jelasnya.

Alhamdulillah, ia juga mengakui, Handphone aktif 24 Jam menerima aduan warag. “HP saya 24 jam, kapan saja bisa dihubungi. Kalau saya tidak mengangkat telpon kemungkinan saya sedang istirahat atau sedang mengisi pengajian. Untuk itu warga boleh juga mengirim pesan via WA atau SMS,” jelasnya.

Dalam jam dinas, Rajudin sagala juga siap menerima warga dari subuh hinga siang dan malam hari. “Warga yang mau berjumpa dengan saya bisa langsung datang ke rumah dari habis Subuh sampai pukul 08.00 Wib, setelah itu saya beraktifitas, bekerja hingg sore dan malam hari kadang mengisi pengajian. Tiba di rumah pukul 23.00 Wib, kadang sampai larut jika menemui warga di lapangan,” ucapnya.

Sementara itu kiprahnya mengadvokasi layanan publik juga terus dijalankannya sampai sekarang, dari mulai Advokasi warga yang ke rumah sakit karena terkendala biaya, Administrasi kependudukan, Bantuan sosial MDTA, Bilal jenazah serta bantuan rumah ibadah.

Banyak suka duka dalam menjalani kiprah sebagai anggota DPRD Medan selama kurun waktu 12 tahun ini. Rajudin mengaku pernah mengalami ancaman melalui SMS hingga Ancaman Pembunuhan. Namun hal tersebut ia serahkan seluruhnya kepada yang maha kuasa.

“Kalau ancaman sudah sering saya rasakan, saya serahkan seluruhnya kepada Allah SWT. Saya yakin perjuangan saya berada di jalan yang benar, memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tuturnya seraya mengatakan yang paling terasa adalah kurangnya waktu istirahat. Namun dibalik itu, ada suka yang didapat dan semua menguatkan perjuangan dalam mewujudkan kepentingan masyarakat banyak.

“Ada duka tentunya ada juga suka, kesukaannya mana kala kita bisa bertemu dengan saudara saudara kita yang berbeda suku, ada istriadat. Bertambahnya kenalan, kawan dan sahabat. Yang paling penting kita bisa menolong banyak orang dan itu menjadi spirit yang tak bisa dinilai harganya,” jelasnya. (ADV/VIN)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *