Wali Kota Medan Sampaikan Perkembangan Covid-19 di Kota Medan Pada Menko PMK

Pemerintahan59 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution,SE.,MM menyampaikan perkembangan covid-19 di Kota Medan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof.Dr.Muhadjir Effendy,M.A.P di Aula PRSU, Sabtu (1/05).

Melalui forum dialog yang juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman,SE, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, Dandim 0201/BS, Kolonel Inf Agus Setiandar,S.I.P, Sekda Kota Medan, Ir. Wiriya Alrahman MM, para pimpinan OPD dan Camat ini, Wali Kota Medan menjelaskan bahwa saat ini jumlah terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Medan mencapai 15.320 orang dengan jumlah korban yang meninggal sebanyak 501 orang sedangkan yang sembuh mencapai 14.162 orang. Karena itulah saat ini Pemko Medan memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Medan berdasarkan instruksi dari Gubernur Sumatera Utara.

Berdasarkan dari pemetaan dan data yang ada saat ini, maka kondisi kota Medan sebut Wali Kota Medan sudah berada di zona kuning. Zona kuning ini kita tentukan apabila kita melihat jumlah masyarakat yang terpapar covid-19 di hitung dari jumlah rumah disetiap lingkungan.”kata Wali Kota Medan.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Syamsul Arifin Nasution menambahkan kendala yang dihadapi saat ini ialah masih banyaknya masyarakat yang menolak untuk dilakukan 3T (Tracing, Testing, Treatment).

Usai mendengarkan penjelasan tersebut, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan Kota Medan merupakan salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat dalam kaitanya dengan covid-19 karena tingkat kasusnya yang relatif tinggi. Bahkan Muhadjir menambahkan yang saat ini harus diwaspadai ialah masuknya pekerja migran dari luar negeri yang pulang kampung ke Kota Medan.

Muhadjir Effendy juga sependapat dengan yang disampaikan Plt Kadis Kesehatan Kota Medan terkait banyaknya penolakan dari masyarakat untuk dilakukan 3T dan kejadian tersebut terjadi di banyak wilayah di Indonesia. Karenanya Muhadjir Effendy menyarankan agar ketika tenaga tracing turun ke lapangan harus didampingi oleh kepala lingkungan, bhabinkamtibmas, dan babinsa guna memastikan masyarakat mau untuk dilakukan 3T.

Disamping itu Muhadjir Effendy juga mengingatkan Pemko Medan untuk mewaspadai dan mengantisipasi adanya varian baru virus covid-19 yang masuk ke Kota Medan. Sebab menurutnya saat ini  ada tiga varian yang sudah berkembang diantaranya varian dari Inggris, India, dan Afrika. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *